ISO 22000 : 2018 – Keamanan Pangan

Penerapan Praktis ISO 22000

Hubungi : PT. Yura Prima Solusindo – 082133419331

ISO 22000 adalah standar internasional yang memberikan pedoman bagi organisasi dalam mengelola sistem manajemen keamanan pangan (FSMS). Standar ini memastikan bahwa produk makanan yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi.

Mengapa ISO 22000 Penting?

  • Keamanan konsumen: Mencegah terjadinya keracunan makanan dan penyakit yang terkait dengan makanan.
  • Meningkatkan kepercayaan konsumen: Konsumen lebih percaya pada produk yang memiliki sertifikasi ISO 22000.
  • Meningkatkan efisiensi: Proses yang terstruktur dapat mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi.
  • Memenuhi persyaratan pasar: Banyak pasar internasional mensyaratkan sertifikasi ISO 22000.

Tahapan Penerapan ISO 22000

  1. Komitmen Manajemen:

    •  
    • Memastikan adanya komitmen dari manajemen puncak untuk menerapkan dan memelihara FSMS.
    • Menunjuk seorang perwakilan manajemen untuk memimpin penerapan FSMS.
  2. Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis (HACCP):

    • Identifikasi bahaya: Mengidentifikasi semua bahaya yang berpotensi mengancam keamanan pangan.
    • Penentuan titik kritis: Menetapkan titik-titik dalam proses produksi di mana bahaya dapat dikendalikan.
    • Penetapan batas kritis: Menetapkan batas yang harus dipenuhi untuk setiap titik kritis.
    • Penetapan sistem pemantauan: Memantau secara terus-menerus untuk memastikan bahwa proses berada dalam kendali.
    • Penetapan tindakan korektif: Menentukan tindakan yang akan diambil jika terjadi penyimpangan.
    • Penetapan prosedur verifikasi: Memverifikasi secara berkala bahwa sistem HACCP efektif.
    •  
  3. Sistem Manajemen Mutu (SMM):

    • Menerapkan elemen-elemen SMM yang relevan dengan keamanan pangan, seperti dokumentasi, pelatihan, dan audit internal.
  4. Program Prasyarat:

    • Menerapkan program prasyarat untuk mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi keamanan pangan, seperti kebersihan, sanitasi, dan pengendalian hama.
  5. Implementasi:

    • Melatih karyawan tentang FSMS.
    • Melakukan sosialisasi dan komunikasi yang efektif.
    • Menerapkan sistem secara bertahap.
  6. Pemantauan dan Pengukuran:

    • Melakukan pemantauan dan pengukuran kinerja FSMS.
    • Melakukan audit internal untuk memastikan kepatuhan terhadap standar.
  7. Tinjauan Manajemen:

    • Evaluasi kinerja: Mengevaluasi kinerja FSMS secara berkala.
    • Perbaikan berkelanjutan: Melakukan perbaikan terus-menerus untuk meningkatkan kinerja FSMS.

Penerapan Praktis ISO 22000

Manfaat Menggunakan Software ISO 22000

  • Dokumentasi: Menyimpan dan mengelola dokumen FSMS secara terpusat.
  • Pelaporan: Menghasilkan laporan yang diperlukan untuk analisis dan evaluasi.
  • Audit: Melakukan audit internal secara otomatis.
  • Non-conformity: Melacak dan mengelola ketidaksesuaian.

 

Tantangan dalam Penerapan ISO 22000

  • Perubahan budaya: Membutuhkan perubahan budaya organisasi untuk mengadopsi budaya keamanan pangan yang kuat.
  • Biaya: Penerapan ISO 22000 membutuhkan investasi waktu dan sumber daya.
  • Kompleksitas: Standar ISO 22000 cukup kompleks dan membutuhkan pemahaman yang mendalam.

Tips Sukses Menerapkan ISO 22000

  • Libatkan seluruh karyawan: Buatlah semua karyawan merasa bertanggung jawab atas keamanan pangan.
  • Mulai dari yang kecil: Jangan langsung mencoba mengubah semuanya sekaligus.
  • Buatlah visual: Gunakan gambar, poster, dan video untuk memudahkan pemahaman.
  • Lakukan evaluasi secara berkala: Lakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana kemajuan yang telah dicapai.
  • Berikan penghargaan: Berikan penghargaan kepada individu atau tim yang berhasil menerapkan keamanan pangan.